Jumat, 18 Maret 2016

#PetGame (Aspek Bisnis dalam Game)


Game jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah permainan. Banyak sekali tujuan dari dibuatnya Game ini, seperti sebagai sarana untuk memuaskan emosi karena sifat game yaitu untuk menghibur. Selain untuk memuaskan emosi Game juga dibuat sebagai sarana edukasi. Game dengan genre Strategy adalah game yang paling mengasah otak. Sehingga dengan bermain game ber-genre Strategy akan membuat pemain mengasah otaknya lebih jauh.

Di Indonesia sendiri, game dimulai sejak lama, dimulai dengan game-game tradisional yang kini mulai ditinggalkan dan beralih ke game dengan pemanfaatan teknologi. Melihat besarnya antusias masyarakat dengan video game (permainan video) semakin banyak pula bermunculan konsol-konsol baru beserta game-nya. Perusahaan-perusahaan dunia seperti Jepang, Eropa dan Amerika melihat peluang bisnis dalam dunia game ini.

Bicara soal bisnis berarti kita akan berbicara soal keuntungan. Keuntungan disini akan mengacu pada keuntungan bagi sang perilis Game tersebut atau pun pihak-pihak lain yang memperjual-belikan Game tersebut. Perbisnisan dalam dunia Game ini ada yang legal dan illegal. Yang legal jelas adalah mereka yang tidak terselubung. Yang illegal adalah yang sebaliknya, yaitu terselubung.

Pada artikel ini Saya akan membahas seputar bisnis dalam dunia Game.
Mesin Arcade

Permainan mesin arcade di Indonesia merupakan game dengan pemanfaatan teknologi. Masyarakat Indonesia menyebut permainan Mesin arcade ini dengan nama Ding-Dong. Permainan mesin arcade ini dirancang untuk memacu adrenalin si pemain. Bagaimana tidak? Karena game yang dimainkan memiliki batas waktu dan tingkat kesulitan yang bertambah seiring dengan bertambahnya level. Game mesin arcade ini juga membutuhkan ketangkasan dan kelihaian pemain dalam mengontrol permainan.
Definisi dari mesin arcade itu sendiri adalah tempat di mana orang bertemu dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Pada abad ke-19, mesin arcade biasanya menjadi salah satu hiburan yang dapat ditemukan di berbagai lokasi khusus, seperti di pasar malam. Seiring dengan berkembangnya teknologi, mesin arcade pun ikut berkembang dan melibatkan mesin-mesin permainan sederhana seperti pinball hingga mesin pemutar music. Beberapa permainan mesin arcade di Indonesia adalah Timezone, Fun World, Mr. Token dan masih banyak lagi.
Ketika anda sedang berada di pusat perbelanjaan, anda pasti pernah melihat sebuah bagian dari bangunan tersebut yang digunakan sebagai tempat bermain. Tempat bermain itu adalah yang disebut mesin arcade. Meskipun tempat bermain, tetapi yang datang ke sana bukan hanya anak-anak dan remaja yang ingin mencari hiburan dari permainan dan wahana-wahana yang disediakan.

Bisnis yang terdapat di mesin arcade game ini meliputi kerja sama antar perusahaan mesin arcade game ini dengan sang perilis game. Seperti Anda yang pernah bermain ke Timezone, Fun World atau mesin arcade game lainnya Anda pasti akan menemukan berbagai game, mulai dari game fighting, racing, music simulator, dance simulator dan lain sebagainya. Game-game tersebut juga dirilis dari perusahaan-perusahaan yang berbeda, seperti SEGA, KONAMI, NINTENDO, dll. Kerjasama ini bisa dijadikan bisnis mesin arcade game
Untuk bermain game pemain diharuskan untuk mengisi saldo kartu yang mana saldo tersebut didapat dengan membelinya di kasir. Kisaran harga sekali permainan dari harga 2.500 sampai 7.500. Biasanya harga permainan juga tergantung dari peminatnya. Ketika game tersebut banyak peminatnya harga sekali main akan lebih main disbanding game yang lainnya. Hal seperti ini juga menunjang bisnis dalam dunia mesin arcade game.

Terdapat pula game yang menggunakan fitur Magnetic Card seperti pada game Animal Kaiser dan Aikatsu. Kartu magnet ini pada dasarnya adalah sebuah Memory Card yang kita gunakan untuk menyimpan progress kita dan data menang-kalah kita melawan pemain lainnya. Dengan kartu magnet ini, kita bisa menyimpan semua data ini sehingga kita bisa melanjutkan permainan kita di lain waktu lagi. Kartu magnetnya juga keren dengan gambar original dari pencipta seri ini pada setiap kartunya yang kita dapatkan secara acak setiap membeli kartu. 


Pada akhir permainan pemain akan mendapatkan satu magnetic card. Semakin sering Anda bermain maka magnetic card Anda akan semakin banyak. Kartu yang Anda dapat juga random atau acak. Terkadang Anda akan mendapat kartu yang special dan kadang juga Anda mendapatkan kartu yang buruk. Dan disinilah letak bisnisnya. Semakin Anda antusian untuk mendapatkan kartu yang bagus maka Anda akan semakin sering dating untuk bermain bukan? Semakin Anda sering bermain maka Anda juga akan semakin sering menambah saldo pada kartu Anda untuk bermain.

            Bisnis Playstation sebenarnya termasuk salah satu usaha yang sangat menjanjikan. Bisnis ini bisa dikategorikan sebagai usaha sampingan yang bisa dijalankan di rumah baik oleh ibu rumah tangga, karyawan maupun mahasiswa. Bisnis ini bisa dibuka dimana saja asalkan daerah itu banyak peminatnya. Peminatnya itu sendiri kebanyakan dari kalanangan anak kecil dan anak muda. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa pun sering bermain di rental PS.

            Meski sekarang game sudah semakin berkembang (bisa dimainkan di ponsel atau  handheld game) namun bisnis rental PS ini tetap berjalan karena Playstation memiliki keunggulan yang tidak dimiliki game lain, yaitu tampilan interface yang jauh lebih baik daripada bermain game di gadget atau konsol lainnya. Setiap tiangkatan PS akan berbeda kontabilitasnya, seperti PS2 yang jenis game-nya akan lebih sedikit dibandingkan PS3 atau pun PS4. Game yang paling laris dimainkan di rental PS adalah game sepak bola.
Warung Internet atau biasa disingkat warnet adalah salah satu bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok atau individu yang memberikan pelayanan dalam bentuk jasa internet oleh penggunanya. Biasanya pengguna dikenakan biaya per jam atau lebih, sesuai lama penggunaannya.

Fungsi dan manfaat didirikannya warnet itu sendiri adalah untuk membantu para pengguna untuk memenuhi kebutuhannya akan internet apabila pengguna tersebut tidak memiliki koneksi internet dirumahnya. Warnet itu sendiri sering dijadikan sebagai tempat atau ajang lomba asah kreativitas kita di dalam bidang teknologi informasi, seperti pengadaan lomba permainan online yang berhubungan dengan ketangkasan anak dalam memainkan sebuah permainan, lomba essai tentang dunia internet masa kini, dan lomba–lomba lainnya.
Bicara soal bisnis maka pada warnet ini akan menjurus kepada keuntungan dari game online. Pada tahun 2010 yang lalu, warnet merupakan sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk dijalankan oleh siapapun, baik oleh mahasiswa, umum, pekerja kantoran, untuk dijadikan sebagai sebagai usaha sampingan sembari menjalankan kesibukannya masing-masing. Namun pertengahan tahun 2012 sampai pada tahun ini peluang usaha warnet berkembang semakin pesat dan usaha warnet ini salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan ditahun ini.

            Untuk saat ini kebanyakan yang datang ke warnet adalah mereka yang ingin bermain game online. Mereka yang bermain game online di warnet biasanya tidak memiliki koneksi internet di rumah, atau bisa juga kecepatan internet mereka di rumah kurang. Melihat kebutuhan ini para pengusaha kecil sampai besar pun akan mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan dengan mendirikan warnet.

            Harga per-jam tiap warnet pun berbeda-beda, ada yang 4000/jam, 5000/jam, dsb. Ada pula yang memberikan paket per 2-3jam, seperti 5000/2 jam. Dan terakhir ada juga warnet yang memberikan fasilitas member. Biasanya dengan menjadi member harga per-jam bermain pun relatif lebih murah.

            Untuk beberapa game online menyediakan voucher game online. Voucher game online merupakan sejumlah nilai yang dipergunakan untuk transaksi pembelian atau penyewaan suatu barang atau item (seperti senjata, jubah, dan lainnya) dalam game online yang tidak bisa Anda bayar menggunakan point atau uang yang Anda hasilkan dari game yang Anda mainkan tersebut. Untuk itulah fungsi dari voucher game online sangat dibutuhkan oleh para gamer agar bisa tetap melanjutkan game yang dimainkannya tanpa harus tiba-tiba berhenti atau malahan tidak dapat melanjutkannya karena tidak bisa membeli atau menyewa barang tertentu yang harus ada untuk bisa melanjutkan permainan.

Voucher game online bisa Anda manfaatkan untuk game-game tertentu yang Anda sukai. Seperti misalnya game Ragnarok yang hanya bisa Anda mainkan dengan membayar sebuah server yang biasanya sekitar Rp 60.000 per bulannya, dan disinilah fungsi voucher game online dapat Anda gunakan. Selain itu, apabila Anda ingin membeli berbagai item atau peralatan untuk mendukung pertarungan tersebut, voucher game online ini bisa Anda jadikan koin sebagai alat pembeliannya. Oleh sebab itulah, Anda sebaiknya memiliki voucher game online karena hampir semua peralatan pendukung game yang Anda mainkan tidak dapat Anda bayar dengan uang cash. Melihat kebutuhan tersebut maka ada beberapa warnet yang juga memperjual-belikan voucher game online ditempat.

Darimana penghasilan seorang developer game? Mungkin menjadi pertanyaan untuk orang yang ingin terjun di bidang ini maupun orang yang terkadang iseng memikirkannya. Sepengetahuan saya, para developer game bisa mendapatkan penghasilan dari menjual game, menjual item dalam game dan dari sponsor.

Menjual Game
Menjual game merupakan salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan uang. Karena kita hanya perlu membuat game dan menjualnya. Kita sebagai developer akan mendapatkan uang dari setiap penjualan game. Coba tengok developer game besar seperti EA Sport dan Ubisoft. Mereka mendapatkan banyak sekali uang dari penjualan game yang dibuatnya.

Kartu kredit merupakan salah satu sarana untuk membeli produk apapun di luar negeri, seperti halnya dengan game. Nah, masalahnya kartu kredit belum begitu populer di Indonesia. Sehingga pembelian menggunakan kartu kredit belum besar di Indonesia apalagi di dunia maya yang masih diragukan banyak orang.

Masalah utama dalam penjualan game ini adalah cracker (tolong koreksi apabila salah). Banyak para developer game besar merugi karena ulah para cracker yang menyebarkan versi crack dari game yang baru saja dirilis. Bahkan terkadang dalam hitungan jam di hari yang sama dengan perilisan game, versi crack sudah tersedia dan bisa di download. Developer game besar saja bisa kecolongan secepat itu, apalagi developer game kecil.

Sudah susah payah membuat sebuah game, eh malah dibajak. Gak jadi dapat penghasilan bukan? Setahu saya belum ada solusi konkrit untuk masalah ini. Salah satu solusi yang masuk akal untuk mengatasi hal ini adalah merilis game gratis yang bisa di download oleh siapapun.

Kalau gamenya gratis, terus developer game bisa mendapatkan penghasilan dari mana? Setidaknya ada dua pilihan yang bisa dijadikan opsi oleh para developer game untuk mendapatkan penghasilan dari game yang sudah mereka bagikan secara gratis. Yaitu dengan menjual item premium seperti yang ada pada game clash of clans atau dengan memasang iklan seperti yang ada pada game flappy bird.

Menjual Item Premium
Saat ini kamu bisa download game gratis dengan berbagai macam pilihan, seperti game dota 2 yang bisa kamu download dan mainkan secara gratis. Namun di dalam permainan gratis tersebut, terdapat berbagai macam pilihan item premium yang bisa kamu beli menggunakan uang.

Dalam kasus Dota 2, kamu bisa membeli pakaian dari seorang karakter yang kadang bisa menghabiskan uang ratusan ribu. Dengan membeli item premium, pemain game mungkin bisa mendapatkan prestige atau bisa lebih bergaya dengan karakter yang ada dalam gamenya. Apalagi kalau item tersebut limited edition.

Namun untuk mendapatkan uang dari menjual item premium menurut saya cukup sulit, karena kebanyakan game yang menawarkakn item premium merupakan game online. Untuk game yang sifatnya offline saya belum pernah tahu ada item premium yang dapat dibeli dengan uang. Untuk menambahkan fitur pembelian ini membutuhkan biaya yang cukup besar sepertinya, sehingga menurut saya kurang cocok kalau developer game kecil yang baru berdiri memilih opsi ini untuk mendapatkan penghasilan dari gamenya,

Opsi terakhir mungkin sangat cocok untuk dimanfaatkan oleh pengembang game yang masih baru merangkak. Pasalnya dengan merilis game gratis, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan apabila game yang dibuat memang disukai banyak orang. Tanpa orang harus mengeluarkan uang untuk membelinya. Yaitu menempatkan iklan atau sponsor di dalam gamenya.

Memasang Iklan di dalam Game
Ini merupakan salah satu cara yang sepertinya paling menguntungkan untuk para pengembang game, karena dengan cara ini pengembang game bisa mendapatkan penghasilan dari para pengiklan dan tidak membuat para pemain game gratisan tersebut mengeluarkan uang untuk bermain game.

Flappy bird adalah salah satu game yang sukses dengan metode ini. Setidaknya flappy bird bisa menhgasilkan sekitar $50.000 per hari atau setara dengan 500 juta rupiah perhari apabila kurs dollar adalah 10.000 (Source: Cnet). Menggiurkan bukan? Biasanya iklan akan muncul di bawah atau di atas aplikasi. Mungkin kamu bisa menemuinya di berbagai macam game android dan iOS yang gratis.

Menyediakan slot iklan di dalam game merupakan metode yang cocok untuk para pengembang game mobile yang sekarang sedang berkembang. Terutama untuk smartphone seperti androida dan iOS. Karena iklan hanya akan muncul apabila pengguna terhubung dengan internet. Menurut saya, saat ini sebagian smartphone dalam kondisi online, entah itu saat membuka sebuah aplikasi, memainkan game atau saat hanya berada di saku pemiliknya. Ini yang menyebabkan peluang pemasangan iklan merupakan cara paling efektif untuk saat ini, terutama para pengembang game yang masih merintis.

Bisnis Jual-Beli Game Tidak Berpajak
PlayStation bisa dikatakan sebagai Game Console paling digemari di Indonesia hingga sekarang, walaupun  akhir-akhir ini mulai tersaingi oleh kepouleran Game Online Internet. PlayStation menjadi pilihan yang paling disukai karena nilai praktis dan ekonomisnya. Praktis karena dinilai mudah digunakan, mudahnya memenuhi berbagai kebutuhan seperti perawatan dan pernak-pernik karena banyaknya tempat yang menyediakan itu semua. Ekonomis karena memang biaya untuk memeuhi segala kebutuhan seperti CD/DVD Game, Spare Part, Perawatannya  terhitung sangat terjangkau untuk kebanyakan Masyarakat kita.

Sayangnya penyebab terjangkaunya biaya tersebut adalah karena sebagian besar barang yang dijual merupakan barang yang tidak berpajak alias bajakan. Contohnya CD/DVD Game PlayStation, hampir semua CD/DVD Game PS yang dijual di Mal-Mal hingga Pedagang emperan adalah bajakan. Hanya dengan uang Rp. 3.500 (CD PS1) atau Rp. 5.000 (DVD PS2) kita sudah bisa memiliki satu keping CD/DVD Game PS. Coba bandingkan dengan Game PS2 Original yang harganya bisa mencapai Rp. 150.000 - Rp. 300.000, selisih harganya begitu jauh bukan?, belum lagi ketersediaan Game Original yang kini sudah sangat langka bahkan mungkin sudah tidak ada lagi.

Jika berbicara soal kualitas, tentu saja barang bajakan tidak akan sebagus Original. Dan biasanya isi dari Game bajakan (khususnya Game Winnining Eleven/PES) sudah mengalami pengeditan oleh para Cracker, sehingga bentuk tampilan seperti  Intro, Setting Menu dan Bahasa sudah tidak sama lagi dengan isi pada Game Original, walaupun judulnya sama.
Perbedaan yang paling mencolok antara Game bajakan dengan original yaitu pada kualitas material kepingan CD/DVD. Biasanya sablonan label kepingan Game bajakan terlihat asal dengan daerah lapisan data yang terlihat tipis dan tidak rata, sehingga jika keping bajakan ini sudah tergores maka jarang yang bisa dipergunakan lagi. Dari kemasan, Game bajakan hanya dibalut cashing dengan cover tampak kusam, bahkan ada yang hanya dibalut dengan bungkus plastik saja dan yang pasti tidak disertai Guide Book. Selain itu Game bajakan ini juga sangat beresiko pada Perangkat PlayStation itu sendiri, makanya Perangkat yang biasa dipakai dengan DVD bajakan akan lebih cepat rusak.

Tapi sepertinya sebagian besar Gamers kita tidak peduli dengan segala kekurangan dari Game bajakan ini, asalkan dapat memainkan permainan favorit, kualitas barang menjadi nomor tujuh. Menurut saya pribadi, untuk masyarakat di Negara yang mempunyai pendapatan Perkapita (2011) sekitar $3.500 atau sekitar Rp. 30,8 juta/tahun ini rasanya pertimbangan ekonomi seperti diatas cukup bisa diterima, karena memang barang ini bukan merupakan kebutuhan primer.

Lalu Sony PlayStation pun me-release seri paling baru yaitu PlayStation3. Mereka mengklaim jika seri terbaru ini anti pembajakan dengan mengadopsi BlueRay Technology. Dengan harga yang begitu tinggi dan Software Game yang mencapai harga ratusan ribu bahkan jutaan, membuat sebagian besar Gamers Indonesia geleng-geleng kepala. Tapi ternyata kesombongan Pihak Sony tidak bertahan lama, seorang Hacker Amerika Serikat bernama  Francis George Hotz alias Geohot menemukan cara supaya PlayStation3 bisa dioprasikan dengan Software Game bajakan.  JailBreak adalah sebutan alat tambahan untuk modifikasi PlayStation3 ini, fungsinya hampir serupa dengan MOD CHIP yang dipasang pada PlayStation2.

Melihat besarnya minat dan kebutuhan masyarakat (khususnya di kota besar) terhadap Game ini, banyak pihak yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis yang menjajikan. Toko kecil saja dapat meraup keuntungan hingga Rp. 6.000.000,-/bulan hanya dari jasa servis saja, itu belum termasuk keuntungan dari hasil penjualan pernak-pernik, spare part, Software Game dan sebagainya.

Pihak yang Berwajib mempunyai cukup kekuatan untuk membawa kasus pembajakan  ini. Sudah jelas ada undang-undang yang mengatur tentang ini yaitu ”UU No. 19/2002 Tentang Hak Cipta” walaupun disana tidak disebutkan secara spesifik tentang ‘Game Komputer’. Disatu sisi kehadiran barang bajakan ini dapat meringankan beban kebutuhan untuk Game ini secara ekonomi dan juga sebagai sumber penghidupan bagi orang-orang yang menggeluti bisnis ini, disisi lain ini adalah tindakan Ilegal melanggar hukum yang merugikan Negara dan pihak Produsen.

Perlu diingat, segala bentuk pembajakan merupakan pelanggaran atas Hak Cipta. Jadi mohon jangan membisniskan hal tersebut. :-)

Referensi:


#PetGame (Pengelompokkan Game)



Platform merupakan kombinasi antara sebuah arsitektur hardware dengan sebuah kerangka kerja dan aplikasi software. Kombinasi tersebut memungkinkan sebuah software, khususnya software aplikasi, dapat berjalan. Platform yang umum sudah menyertakan arsitektur, sistem operasi, bahasa pemrograman dan antarmuka yang terkait (pustaka sistem runtime atau antarmuka pengguna grafis) untuk komputer.

Pada artikel kali ini Saya akan membahas tentang permainan atau game yang akan Saya kelompokkan berdasarkan platform-nya. Semoga bermanfaat :)

Arcade Game
Arcade games yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah/tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).

Definisi dari arcade adalah tempat di mana orang bertemu dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Pada abad ke-19, arcade biasanya menjadi salah satu hiburan yang dapat ditemukan di berbagai lokasi khusus, seperti di pasar malam. Seiring dengan berkembangnya teknologi, arcade pun ikut berkembang dan melibatkan mesin-mesin permainan sederhana seperti pinball hingga mesin pemutar musik.

Pada awal tahun 1966, SEGA memperkenalkan sebuah permainan elektro-mekanis berjudul Periscope. Game ini merupakan sebuah simulator sederhana tentang sebuah kapal selam, yang harus menenggelamkan sejumlah kapal selam lain milik musuh.

Mekanisme sederhana yang digabung dengan permainan cahaya dari tabung-tabung lampu elektris ini ternyata mampu membuat para penggemarnya terkesima. Karena itu, tidak heran jika game ini pun berhasil menuai sukses di kawasan Amerika, Eropa dan Jepang.
Seolah tak mau kalah, Taito mencoba peruntungan dengan meluncurkan Crown Special Soccer, sebuah permainan arcade bersifat multiplayer pertama yang melibatkan dua orang pemain. Game bergenre olahraga ini menirukan mekanisme pinball yang telah dimodifikasi. Meski kurang mendapatkan tanggapan seperti halnya Periscope, tapi game ini membuka jalan untuk merintis permainan dengan sistem multiplayer bagi mesin-mesin arcade.

Permainan arcade terus berkembang. Pada tahun 1971, beberapa mahasiswa dari Stanford University menciptakan arcade video game pertama berjudul Galaxy Game, dan merintis kelahiran video game yang mempergunakan koin untuk memainkannya (atau biasa disebut coin-op). Pada saat itu sistem video game masih dianggap sebagai salah satu kemajuan teknologi rumit yang membutuhkan pemrograman khusus, maka tidak heran kemunculan pertama game ini menarik perhatian banyak pihak, khususnya para perusahaan pengembang game.

Setahun kemudian, salah satu perusahaan baru bernama Atari didirikan dan langsung menggebrak pasar arcade video game dengan merrilis game berjudul Pong. Pong langsung memetik kesuksesan karena mampu menghadirkan perpaduan antara advance technology dengan elemen fun.

Gameplay-nya yang sederhana juga disukai banyak orang. Tidak hanya itu, komunitas gamer pun mulai terbentuk di berbagai arcade center untuk berkompetisi dalam memainkan game yang merupakan perpaduan antara tennis dengan ping pong ini. Kesuksesan Atari yang diraih dari Pong bahkan membuat beberapa pengembang game lainnya berusaha lebih serius lagi dalam menyusun sebuah arcade video game.

Tergiur dengan kesuksesan Atari, salah satu raksasa penghasil game arcade konvensional yakni Taito, mencoba peruntungan dengan merilis sebuah video game berbasis arcade dengan judul Space Invaders pada tahun 1978, sebuah game single player bertemakan peperangan luar angkasa. Dalam game ini gamer akan mengendalikan sebuah pesawat yang ditempatkan di bagian bawah layar, dan berusaha menghancurkan sekumpulan alien yang melayang-layang di bagian tengah layar.

Meski secara resmi dirilis oleh Taito Jepang, namun akhirnya Midway membeli lisensi game ini dan mendistribusikannya di kawasan Eropa dan Amerika. Dengan cepat game ini segera menjadi hits di berbagai negara. Taito mampu meraup keuntungan mencapai lebih dari US$ 2,7 miliar dalam jangka waktu dua tahun semenjak Space Invaders dirilis ke pasaran. Selain itu, bentuk para alien yang unik dan khas dengan desain pixel 8 bit-nya mampu menjadi ikon pop dunia hingga saat ini!! Space Invaders juga membuat persaingan dunia arcade video game menjadi lebih sengit.

Perkembangan teknologi, khususnya di bidang arcade video game, juga berkembang pesat melalui game ini buatan Taito ini. Space Invaders menggunakan customized arcade board yang mampu menampilkan grafik lebih smooth serta efek suara mono yang khas dalam sebuah mesin arcade berlayar cembung ala CRT. Hal ini merupakan sebuah kemajuan yang sangat pesat dibandingkan dengan pesaing terdahulunya yang meluncurkan game Pong. Customized arcade board yang ditenagai oleh Intel 8080 CPU serta Texas Instrument SN76477 Sound Chip seketika menjadi kiblat pengembang game arcade lainnya.

Pada tahun 1980, lahirlah sebuah arcade video game legendaris lainnya yakni Pac-Man. Ini adalah hasil debut pertama Namco yang seketika menuai sukses di seluruh dunia. Gameplay-nya yang unik, menampilkan makhluk ajaib berbentuk mulut berwarna kuning serta desain para hantu yang unik dan penuh warna, menjadikan game ini idola baru di kalangan para penikmat arcade video game.

Pada awalnya Toru Iwatani, sang maestro di balik kelahiran game ini, mencoba membuat sebuah game yang bisa menarik perhatian kalangan wanita untuk memainkan arcade game. Ia akhirnya menemukan konsep permainan Pac-Man dalam acara makan malam bersama kekasihnya di sebuah restoran pizza. Bentuk pizza yang terpotong sebagian hingga membentuk siluet mulut ini akhirnya melahirkan  karakter Pac-Man yang legendaris tersebut.
Game ini berhasil terjual sebanyak 400.000 unit dalam kurun waktu dua tahun semenjak perilisan pertamanya pada tahun 1980; rekor yang belum bisa terpecahkan bahkan oleh game-game next-gen yang beredar di masa kini.

Setelah sempat mengalami masa-masa booming, arcade video games harus rela menghadapi badai besar. Pada pertengahan tahun 1980, Nintendo menggebrak dunia dengan meluncurkan sebuah home console bernama Nintendo Entertainent System (NES). Hal ini tentu saja menimbulkan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan game arcade, di mana banyak developer lebih tertarik untuk mencurahkan perhatian mereka terhadap gaming console buatan Nintendo tersebut.

Meski melambat namun perkembangan game arcade tidak berarti mati. Pada tahun 1987, Double Dragon diluncurkan ke pasaran dan berhasil menggaaet kembali perhatian para gamer pada arcade video games. Game bergenre side-scrolling action ini merupakan pelopor bagi game-game lain yang mengusung genre yang sama. Namun sebagai akibatnya, selama 2 tahun para pengembang game arcade lebih banyak menelurkan game bergenre side-scrolling action agar mampu menarik minat para gamer.
Memasuki masa jenuh, Capcom akhirnya merilis sebuah game bergenre fighting berjudul Street Fighter II. Game ini merajai era 1990-an yang kemudian membangkitkan kembali minat gamer terhadap arcade video games. Kemampuan untuk bermain bersama secara simultan serta gameplay-nya yang menarik di kala itu, membuat iklim kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik di antara para gamer kembali mencuat.

Setelah melewati masa suramnya, arcade video games pun mampu bangkit dari keterpurukan. Layaknya seekor burung Phoenix, arcade bangkit kembali dan menjadi jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Arcade gaming di era 1990-an diwarnai dengan perilisan beragam video game dengan sistem operasi yang lebih canggih dibanding sebelumnya. Mulai dari tampilan 3D graphic, bahkan multiplayer play yang menampung hingga 4 orang pemain seperti yang dihadirkan dalam game Virtua Cop, Daytona Racing, Virtua Fighter dan lain-lain.

Industri arcade video game bahkan dilirik oleh industri lainnya seperti Film dan musik. Banyak developer game arcade yang mendapatkan permintaan untuk membuat versi game dari film yang muncul di layar lebar. Tidak hanya itu, home console yang diramalkan akan menjadi penghancur arcade video game kini justru menjadi pendamping setia.

Pada era milenium ini, perkembangan arcade video games bahkan lebih masif lagi. Jepang selaku kiblat dari perkembangan arcade video game merilis beberapa game dengan teknologi mutakhir.


Arcade game dengan genre dancing ini dipopulerkan melalui kehadiran Dance-Dance Revolution pada tahun 1998. Gameplay-nya sendiri termasuk sederhana, di mana gamer diminta untuk mengikuti panah yang ditunjukkan pada layar dengan menginjak karpet dengan simbol panah yang serupa pada bagian lantai mesin. Dan seiring dengan kemajuan teknologi, genre ini bahkan sudah berkembang jauh sehingga mampu mendeteksi pergerakan tubuh sang penari sendjri. Notable games: Dance-Dance Revolution X3, In The Grove, Para Para Paradise.

Genre ini menguji kemahiran dari player untuk mengikuti irama yang ditampilkan oleh AI mesin. Gamer dilengkapi dengan controller unik berbentuk alat musik sesuai dengan game yang dimainkannya, baik berupa guitar, drum set, keyboard, bahkan hingga peralatan synthesizer. Notable games: GuitarFreaks, DrumMania


Sebelum kehadiran peripheral Kinect untuk Xbox 360, arcade video game telah menelurkan sebuah format permainan yang melibatkan gerakan sang pemain dalam interaksinya. Salah satunya adalah kemunculan sistem motion control pada game Police 911 yang diluncurkan pada tahun 2000 lalu. Dalam game ini, pemain secara bebas bisa menggerakkan seluruh tubuhnya untuk mengelak dari sergapan musuh, atau untuk berlindung dari peluru lawan, di mana hal tersebut akan direfleksikan secara sempurna oleh karakter dalam game. Notable games: Police 911

Adanya fitur save yang terdapat pada home console juga menginspirasi para pengembang arcade video game untuk menciptakan fitur sejenis, yang diwujudkan melalui magnetic card. Untuk mendapatkan kartu ini, pemain biasanya diharuskan untuk menukarnya dengan token dalam jumlah yang ditentukan ke dalam mesin arcade. Magnetic card menjadi salah satu fitur next-gen arcade yang sangat digemari, karena dengan kartu ini seorang gamer bisa secara bebas membentuk profil karakternya dalam sebuah game, dan menyimpannya dalam profil khusus yang berbeda dengan gamer lainnya. Notable games: Mario Kart Arcade, Street Fighter IV, Tekken 5, Wangan Midnight Maximum Tune 3.


Kini arcade video game terus mengalami evolusi. Jika dalam kemunculan perdananya game-game arcade hanya mampu menghasilkan resolusi 8-bit, saat ini satu mesin arcade modern telah tersemat "otak" prosesor hingga 2 GHz, fitur Grafis 3D dan bahkan memiliki kemampuan untuk terkoneksi secara online.

Pada bulan Desember 1982, seorang anak berusia 8 tahun berhasil mencetak rekor dengan memperoleh skor yang mencapai lebih dari 6 juta poin dalam game Pac-Man. Yang menjadikannya spesial adalah: ia mampu menyelesaikan level 256, di mana hanya ada sedikit orang yang mampu menyelesaikan level tersebut karena terdapat glitch dari pihak pengembang game.

Setelah perilisan perdana game Space Invaders pada tahun 1978, para gamer dibuat terpesona dengan permainan ini. Bahkan, di beberapa negara seperti Jepang dan Amerika, peredaran uang koin sempat langka akibat tersedot untuk memainkan game ciptaan Taito dan Midway ini. Maka tidak heran jika game ini dimasukkan ke dalam jajaran "Best Selling Games of All Time", karena dalam waktu 4 tahun saja Space Invaders telah mampu meraih keuntungan lebih dari US$ 2 miliar!!


ARCADE VIDEO GAMES SPECIFICATIONS

PC Games

PC games adalah sebutan untuk video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers. Spacewar adalah game PC pertama. Nama Spacewar memang kurang akrab di telinga para pecinta game, namun asal tahu saja Spacewar merupakan game pertama yang dibuat di dunia. Game ini dibuat sejak 50 tahun lalu oleh Steve Russell. Namun jangan dibayangkan, Spacewar dimainkan di konsol game seperti saat ini.

Spacewar telah dibuat untuk PDP-1 komputer mini oleh Digital Equipment dengan bantuan sebuah tim pengembang yang termasuk Martin Graetz, Pete Simson dan Dan Edwards. Mereka juga mengubah persepsi masyarakat yang menganggap komputer hanya untuk kerja serius.

Dikutip Efy Times, dibandingkan dengan game yang kita mainkan di komputer kita hari ini, Spacewar game sangat sederhana. Dua pemain bisa main game dengan mengambil kontrol dari sebuah pesawat ruang angkasa mencoba untuk menghancurkan satu sama lain.


Spacewar memiliki pilihan yang sangat unik yang disebut Hyperspace. Dengan memasukkan Hyperspace, pengguna bisa pindah ke lokasi acak pada layar. Tetapi resiko meledak selalu ada jika digunakan terlalu sering.

Pada peringatan 50 tahun rilis video game, mahasiswa teknik dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) memamerkan simulasi Spacewar di kampus MIT dan di museum MIT.

Direktur MIT, Phillip Tan mengatakan bahwa ada downtime yang cukup disediakan pada PDP-1 dibandingkan dengan mainframe IBM yang memanfaatkan setiap detik dan tidak membiarkan orang main-main dengan itu.


Console games

Console games yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu. Pada artikel sebelumnya Saya sudah membahas tentang artikel terkait yang bisa Anda baca disini.

Konsol genggam atau handheld console adalah mesin untuk memainkan game, bentuknya tidak lebih besar dari genggaman kedua tanganmu, mudah dibawa dalam genggaman, dan pastinya ringan. Kontrol, layar dan speaker semua jadi satu dalam satu unit. Tahun 1970an sebenarnya sudah ada yang mempelopori konsol genggam ini Coleco dan Milton Bradley, waktu itu disebut dengan handheld electronic game. Tapi keduanya tidak lagi dimasukkan dalam sejarah konsol genggam karena cuma bisa memainkan satu game.

Sejarah handheld meski didominasi oleh Nintendo meski sebenernya ada konsol handheld lain. Rata-rata memang berumur pendek dan bahkan nyaris tak terdengar. Barangkali karena udah terlibas duluan oleh Nintendo yang boleh dibilang merupakan rajanya pembuat Handheld Consoles. Mulai jaman Game&Watch sampai yang paling canggih Nintendo DS, selalu aja disambut dengan sukacita oleh masyarakat. Ujung-ujungnya Nintendo meraup keuntungan yang sangat besar dari sini.

Game-gamenya yang menarik, harga yang terjangkau dan bentuknya yang pas adalah sebagian dari kelebihan konsol handheldnya Nintendo. Di lain pihak, Nintendo juga paling tanggap dengan permintaan pasar. Hal ini bisa dilihat dari munculnya berbagai macam seri, misalnya Game Boy, diikuti dengan Game Boy Color, lalu Game Boy Advance. Nah kiat yang seperti itulah yang tidak bisa diikuti oleh para pesaingnya, hingga akhirnya mereka terlibas di pasar game, hilang begitu aja. Nintendo pulalah yang berhasil menerjemahkan dengan sangat baik apa yang dimaksud oleh gamer dengan konsol genggam.


Konsol Genggam Yang Terlupakan

Seperti yang sudah disebut bahwa sejarah konsol genggam didominasi oleh Nintendo, sejumlah konsol genggam lainnya juga pernah meramaikan pasar konsol. Persaingan yang keras membuat siapa yang paling inovatif dan yang bisa memuaskan selera pasar, dialah yang menang maka konsol-konsol di luar Nintendo tidak bertahan lama.

Atari Lynx adalah konsol handheld games 16-bit yang dirilis oleh Atari Corporation pada September 1989. Lynx adalah handheld pertama di dunia permainan handheld games dengan warna LCD. Lynx juga terkenal karena fitur-fiturnya memandang ke depan dan grafisnya canggih. Lynx bersaing dengan Nintendo Game Boy (dirilis hanya sebulan sebelumnya), Sega Game Gear dan NEC TurboExpress, keduanya dirilis pada tahun berikutnya. Namun, Game Boy pada khususnya, serta Sega Game Gear, menjual lebih banyak daripada Lynx. Atari gagal mencapai angka penjualan yang dibutuhkan untuk menarik pengembang pihak ketiga kualitas dan Lynx akhirnya ditinggalkan. Hari ini, seperti halnya dengan banyak konsol yang lebih tua, masih ada sekelompok kecil penggemar setia yang membuat dan menjual game untuk system ini.
Konsol handheld pertama kali dalam sejarah konsol adalah Microvision yang didesain oleh Smith Engineering dan distribusinya oleh Milton-Bradley di tahun 1979. Layarnya kecil dan Cuma ada 13 game yang bisa dimainkan. Akhirnya umur konsol ini Cuma dua tahun saja. Keypadnya mudah rusak plus teknologi LCD-nya yang masih kurang baik.

TurboExpress merupakan versi portable dari Turbo Grafx, rilis tahun 1990 dengan harga US$ 249,99. layarnya 66mm, kira-kira besarnya samalah dengan Game Boy. Gamenya yang paling terkenal adalah Falcon, dari genre flight simulator. Waktu dirilis, ini termasuk konsol genggam yang cukup canggih.

Namun kekurangannya adalah pada kapasitor dan sound systemnya yang kurang bagus.Sementara layarnya terdapat pixel yang buruk, ini membuat sejumlah teks tidak terbaca. Belum lagi baterenya yang cuma 3 jam. Tapi untuk ukuran konsol nggak sukses, sampai tahun 2007 lalu, TurboExpress berhasil terjual 1,5 juta unit!

Cara membacanya bukan Game dot Com, tetapi Game Com. Dibuat oleh Tiger Electronis merupakan konsol genggam yang targetnya adalah gamer yang lebih dewasa karena menurut pengembang konsolnya, game-game untuk Game Com kebanyakan game dengan rating T ke atas.. Saat rilis diawal, Game Com merupakan satu-satunya konsol genggam yang bisa memainkan 2 slot game cartridge. Namun akhirnya seri Game Com yang berikutnya menjadi satu cartridge karena pertimbangan sistem engine agar lebih maksimal. Game Com juga dianggap yang mempelopori layar sentuh juga termasuk yang pertama menampilkan fungsi dasar PDA.Terakhir, Game Com pulalah yang pertama memperkenalkan akses internet untuk konsol genggam.Sayang, cuma berhasil terjual tak lebih dari 300ribu unit.

Selain rilis di Jepang tahun 1998, konsol ini juga rilis diUSAsetahun kemudian. Dibuat oleh SNK yang juga membuat sejumlah arcade.Sebenernya saat rilisnya, konsol ini mendapat sambutan yang sangat baik, angka penjualannya waktu itu melampaui Game Boy dan Game Gear. Sayangnya, konsol yang bagus ini nggak didukung oleh third party juga masalah dengan packagingnya yang kemahalan. Konsol ini “cuma”berhasil terjual 2 juta unit saja dengan lebih dari 50an game.

Didesain oleh Bandai, WonderSwan Color rilis tahun 2000 di Jepang dan lumayan sukses. Waktu itu Wonderswan Color bisa meraih 8% dari market share yang dikuasai oleh Nintendo. Salah satu yang membuat konsol ini cukup sukses adalah karena Bandai bisa menggandeng SquareSoft dengan merilis Final Fantasy dengan kontrol dan grafis yang lebih oke.

Warna-warna yang sempat dirilis adalah Pearl Blue, Crystal Pink, Crystal Black, Crystal Blue, dan Crystal Orange dan lebih dari 60 judul game yang kebanyakan adalah game Jepang. Yah, sekali lagi karena persaingan yang cukup ketat, konsol handheld yang oke ini harus menyerah juga.

Aslinya dibuat oleh sebuah perusahaan Korea pada tahun 2001.Direncanakan khusus rilis untuk Eropa, dan pertama kali dirilis di Spanyol. Lalu diikuti di Itali, Portugis, Perancis dan Inggris.Secara komersil sih nggak terlalu sukses Cuma 30 ribu unit, tapi itu cukup menghidupi Game Park sampai 4 tahun kemudia merilis seri terbaru yang disebut dengan GP2X. Konsol ini sangat populer dikalangan pengembang dan para IT konsol game karena bisa dibilang konsol buatan selain Jepang yang lumayan sukses di Eropa. Gamenya yang terakhir rilis berjudul Blue Angelo, rilis tahun 2004 masih bisa didapat di Korea Selatan. Oh ya konsol ini juga masih banyak yang mainin loh di Korsel.

Didesain untuk menjadi PDA-handheld game console hybrid, Tapware Zodiac suport foto, movie, musik, internet juga dokumen. Menggunakan versi Palm OS 5, 5.2T untuk mendukung tombol game juga untuk chip grafisnya.Ada dua versi, Zodiac 1 dan Zodiac 2 yang juga bisa menerima panggilan telpon dengan program VOIP. Rilisnya sendiri tahun 2004 cukup berdekatan dengan Nintendo DS, Zodiac juga sudah menggunakan sistem layar sentuh. Hanya saja nggak didukung dengan marketing yang baik juga suport dari developer game. Jadinya KO deh begitu DS rilis. Tapi lumayan lah 300ribu unit sempat terjual dengan 50an judul game.

Banyak fungsi yang ingin dimasukan Tiger Telematics di Gizmondo ini pada tahun 2005, mulai, musik, film, game, kamera, menyimpan foto juga untuk fungsi GPS. Sayangnya nggak sukses juga. Dijual dengan harga US$299 dan US$ 400, banyak banget masalah yang dihadapi saat Gizmondo ini beredar, diantaranya adalah keterlibatan pemilik Tiger Telematic dengan mafia. Waks! Judul game yang terbit Cuma 14, gosipnya waktu itu Microsoft mau mengambil alih dan merilis ulang Gizmondo. Tapi sampai saat ini, gosip tersebut nggak jadi kenyataan. Dengan hanya terjual 25ribu unit, Gizmondo pun tutup buku dengan dinyatakannya Tiger Telematic mengalami kebangkrutan.

Mobile games
Kita hidup di dunia di mana game kualitas konsol - dengan gameplay mendalam, grafis 3D yang kompleks, dan suara stereo yang realistis - dapat dinikmati kapan saja, di mana saja dan oleh siapa pun yang memiliki smartphone yang layak. Ini adalah fitur yang kurang lebih kita dapatkan secara cuma-cuma sekarang ini.

Tapi tidak demikian dengan 20 tahun yang lalu, saat game ponsel tidak cukup menarik. Bahkan, tidak ada ponsel dengan game sebelum tahun 1994. Itu adalah tahun ketika Hagenuk MT-2000 dirilis, dan menjadi ponsel pertama dengan kemampuan gaming.

Tahukah Anda apa game yang dipilih oleh Hagenuk pada saat itu? Tidak lain Tetris, yang bersama Snake - pertama muncul pada Nokia 6110 tahun 1996, menuai popularitas pada saat itu dan cukup sederhana untuk ditangani oleh hardware telepon.
Tetris adalah satu-satunya game yang dimiliki ponsel tersebut, mengingat keterbatasan hardware dan tujuan utama perangkat ini adalah untuk menelepon, bukan untuk game. Desain antenanya juga tidak lazim karena berada di sisi atas ponsel, ketimbang membentang ke atas.
Kemudian ponsel-ponsel merek lain pun mulai melakukan inovasi dengan menambahkan fitur permainan di dalamnya. Mari kita telusuri kembali permainan ponsel dari masa-ke masa.


Awal tahun 1997 (Nokia 6110)

Nokia meluncurkan permainan ponsel bernama Snake, pada tahun 1997 silam untuk Nokia 6110. Namun game Snake sendiri sebelumnya memang sudah eksis sejak akhir tahun 1970-an melalui arcade. Game ular ini sangatlah sukses di jamannya waktu itu (dicatat menurut unit ponsel yang terjual) hingga 400 juta kopi. Tentu prestasi yang mengesankan untuk sebuah game yang mengawali debutnya sebatas dengan beberapa kotak persegi yang bergerak di atas background berwarna hijau.

Tahun 2001 (Nokia NGage )

Diawal tahun 2001-an Nokia NGage QD, usaha pabrikan ponsel Nokia mulai merambah dan meramaikan industri game. Ini merupakan ponsel sekaligus piranti game yang lengkap dengan fitur-fitur multimedia dan interkonektivitas, seperti Bluetooth. Pada saat itu game di handphone seringkali dianggap sebagai pengisi waktu luang saja, dan bukan merupakan hiburan utama. Hal inilah yang dulu membuat N-Gage beberapa waktu yang silam kurang sukses sebagai sarana gaming. Dan karena itu juga , N-Gage yang mengandalkan game berbasis symbian terbukti kurang mampu menarik perhatian para developer game untuk merilis game-game bermutu.


Game mobile java (J2ME)
Seiring waktu, perkembangan game handphone justru menunjukkan bahwa makin banyak game berbasis java (J2ME) yang dirilis ke pasaran, sementara itu judul-judul game berbasis symbian terlihat hanya segelintir saja. Ini dikarenakan sifat bahasa pemrograman java yang cross-platform, yang artinya bisa dijalankan di berbagai macam tipe handphone, entah yang menggunakan operating system maupun tidak. Sedangkan game berbasis symbian hanya bisa dijalankan pada handphone yang menggunakan operating system symbian saja.
Hal inilah yang membuat developer game lebih tertarik merilis game berbasis java. Gameloft, Digital Chocolate, Glu, dan FishLabs merupakan developer game handphone ternama yang kerap merilis game Java bermutu.

Game di OS (Android Smart Phone, iOS, BlackBerry OS, dll)
Yang akan kita bahas yaitu Android. Android merupakan salah satu sistem operasi yang mendukung program aplikasi game pada mobile. Sistem operasi android memang semakin terkenal dan bahkan menjadi sistem operasi handphone yang menarik bagi masyarakat. Contoh Handphone dengan sistem operasi Android adalah Motorola Milestone, Sony Ericsson xPeria X10, Samsung Galaxy S, LG Optimus, sampai Samsung Galaxy S Mini.
Salah satu daya tarik dari Android adalah banyaknya dukungan dan game terbaru yang tersedia untuk Android. Game-game terbaru seperti Angry Birds Rio ataupun Angry Birds Season sampai Need For Speed, Real Football 2011 ataupun PES 2011 tersedia secara gratis untuk Android. Dan tentunya android tidak terpaku oleh satu jenis pabrikan handpone seperti windows phone, iOS, dll.





Referensi :


#PetGame (Sejarah Game Konvensional Sampai Game Modern)

History of Gaming


Konvensional
Sejarah Board Game
Beberapa fakta terdahulu ditemukan bahwa Board Game merupakan jenis permainan tertua yang pernah ditemukan umat manusia. Board Game ditemukan di makam-makam dan kuburan atau di lukisan-lukisan serta pahatan kuno masa lalu. Permainan ini merupakan peninggalan budaya lalu (folktales) sederhana yang biasa terbuat dari tanah kayu dan batu. (Flanagan: 63). Pada masa lalu Board Game sering dimainkan oleh para penguasa seperti raja dan jajarannya. Papan permainannya biasa terbuat dari material yang mewah dan memiliki nilai tinggi seperti gading, batu mulia dan material berharga lainnya.
Perkembangan Board Game sangat signifikan dalam semua aspek dan komponen permainan. Mulai dari cerita permainan yang beragam, tema permainan, mekanika yang bervariasi hingga aspek yang estetika yang menjadi unsur pembeda tiap board game.

Media Board Game
Menurut Nelson Gustav Wisana salah satu pendiri board game developer Kummara menyebutkan bahwa Secara harfiah, board gameadalah segala jenis permainan yang menggunakan papan atau alas untuk bermain.Sebenarnya Indonesia telah mengenal board game sejak lama contohnya Ular-Tangga, Halma, Catur dan lainnya namun kata board game sendiri masih asing di telinga rakyat Indonesia. Usia board game sendiri sudah sangat tua, board game tertua  yang pernah diketahui bernama Sennet berasal dari peradaban Mesir kuno yang ditemukan dalam gambaran lukisan batu makam Merknera yang diperkirakan berasal dari abad 3300-2700 SM.


Board game biasanya dimainkan oleh lebih dari 1 orang di 1 meja yang sama. Berkumpulnya sekumpulan orang di satu meja untuk bermain merupakan salah satu fenomena unik yang dapat diciptakan oleh board game. Melalui situasi ini, sebuah board game memiliki keunikan tersendiri dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan mental para pemainnya.

Kategori Boardgame
Berdasarkan jenisnya Boardgame dibagi bagi kedalam beberapa kategori diantaranya:

1. Strategi board game
Strategi Boardgame adalah game yang mengandalkan keahlian personal dari pemain dalam memenangkan permainan. Contohnya yaitu permainan catur. Biji permainan catur terdiri dari raja, ratu, pion, benteng, kuda, dan menteri yang dimainkan dalam 64 kotak berwarna kombinasi hitam-putih.
Sejarah permainan Catur ini bermula pada abad ke-6, di India. Selama masa pemerintahan raja-raja Gupta, permainan ini disebut caturaṅga. Dari India, catur menyebar ke Persia dan disebut sebagai shatranj di Sassanid. Aturan permainan ini lantas dikembangkan lebih lanjut, dan segera, Shatranj menjadi aktivitas rekreasi kerajaan favorit di dunia muslim. Dari Persia, catur kemudian menyebar ke Arab. Catur selanjutnya dikenal di seluruh Spanyol dengan nama ajedrez dan sebagai xadrez di Portugal. Perlahan-lahan, caturanga menjadi zatrikion dalam bahasa Yunani, dan akhirnya menyebar di Eropa.

Pada masa-masa kemudian, papan permainan catur didistribusikan dalam bentuk souvenir dan cinderamata di keluarga kerajaan dan masyarakat umum. Penelitian sejarah menunjukkan bahwa catur mencapai Eropa Barat dan Rusia pada abad ke-9. Orang Moor dikreditkan sebagai yang mempopulerkan permainan ini di Semenanjung Iberia, di abad ke-10 dan disebutkan dalam naskah abad ke-13 sebagai shatranj.
Pada tahun 1200, aturan permainan catur mulai didefinisikan di Eropa selatan. Sedangkan aturan yang menjadi dasar aturan modern pertama kali diadopsi di Spanyol dan Italia. Aturan ini lantas menyebar ke seluruh dunia barat, kecuali aturan ‘stalemate’. Aturan ini baru didefinisikan pada abad ke-19, dan kemudian mendapat julukan baru: Western Chess.
Buku yang menulis teori awal catur ditulis pada abad ke-15. Buku ‘Repetición de Amores y Arte de Ajedrez’ atau ‘Pengulangan Cinta dan Seni Bermain Catur’ diterbitkan pada tahun 1497, dan ditulis oleh Luis Ramirez de Lucena. Sementara itu, di Eropa, banyak aturan awal ditentukan oleh Lucena, Pedro Damiano, Giovanni Leonardo Di Bona, Giulio Cesare Polerio, Gioachino Greco, dan Ruy López de Segura.
Pada abad ke-18, catur menjadi sangat terkenal di Eropa Selatan dan Perancis. François-André Danican Philidor, Louis-Charles de Mahé La Bourdonnais, dan Alexander McDonnell adalah di antara beberapa grandmaster catur pertama. Turnamen catur modern pertama kali dimenangkan oleh Adolf Anderssen, di London, pada tahun 1851. Beberapa pemain catur ternama di era modern diantaranya adalah Paul Morphy, Wilhelm Steinitz, Johannes Zukertort, Emanuel Lasker, José Raúl Capablanca, Gary Kasparov, Anatoly Karpov, dan Viswanathan Anand.


2. Germanstyle board game (euro games)
Permainan germanstyle Boardgames lebih mengandalkan penggabungan strategi dan kesederhanaan permainan, contohnya yaitu Puerto rico.


3. Race Game
Tipe permainan ini mengharuskan pemain menggerakan pion menuju titik akhir permainan, yang  tercepat menjadi pemenang. Contohnya yaitu Ular Tangga.


Permainan mengandalkan dadu dan papan atau kertas bermotif kotak-kotak dengan berbagai peraturan di dalamnya ini berasal dari tanah Hindustan. Di Negara asalnya, permainan ini dikenal dengan sebutan moksha patam atau vaikunthapaali, atau dikenal juga dengan nama paramada sopaanam.


Ketiga bahasa India yang mengacu pada permainan ini artinya adalah tangga menuju keselamatan. Menyebarnya permainan tradisional milik India ini terjadi pada 1943. Saat itu, permainan ini mulai menyebar di Amerika Serikat.
Ketika bermain, Anda dihadapkan pada dua pilihan yang semuanya bergantung pada nasib dan keberuntungan Anda, atau masyarakat India mengenalnya dengan sebutan Karma. Bisa ular yang artinya harus turun atau tangga yang artinya naik.
Ini kemudian dikaitkan dengan filsafat milik sistem kepercayaan Hindu. Ada sebuah kontras disini, antara Karma dan Karma atau Takdir dan Keinginan. Ketika memainkan ular tangga, keinginan untuk selalu menginjak kotak bertangga pasti paling besar, tetapi ketika takdir atau kocokan dadu memaksa Anda untuk menginjak ular, Anda bisa apa?
Tangga dan ular yang ada pada permainan ini juga melambangkan sesuatu. Masih menurut filsafat Hindu, tangga adalah gambaran dari kebijaksanaan. Tangga bermakna kerendahan dan kemurahan hati serta iman. Sementara ular melambangkan nafsu, kemarahan dan hal-hal buruk lainnya. Jumlah kotak yang totalnya 100 adalah gambaran sebuah keselamatan.

4. Roll and move
Tipe permainan ini mengandalkan perputaran dadu atau benda lain yang menghasilkan angka secara acak untuk menentukan langkah yang harus diambil o leh pemain. Contohnya adalah Monopoli.


Sebenarnya sejak awal tahun 1900 sudah ada permainan yang serupa. Yaitu The Landlord’s Game yang diciptakan oleh Elizabeth Magie yang tujuannya untuk mempermudah setiap orang mengerti bagaimana para tuan tanah dapat memperkaya dirinya dan membuat miskin para penyewanya. Kemudian Magie memperkenalkan permainan The Landlord’s Game ini pada tahun 1904. Permainan ini tidak dipatenkan, selain itu tidak ada produsen selain The Economic Game Company yang memproduksi hingga tahun 1910 di New York. Kemudian di Britania Raya permainan ini diterbitkan pada tahun 1913 oleh The Newbie Game Company di London dengan nama Brer Fox an’ Brer Rabbit.


Permainan ini mulai tersebar dari mulut ke mulut serta variasi dari bermain dari lokal yang mulai berkembang yang diikuti dengan penjualan mainan tersebut. Dan salah satunya adalah Auction Monopoly yang kemudian di singkat menjadi Monopoli. Secara perlahan permainan ini mulai dipelajari oleh Charles Darrow yang akhirnya dipatenkan dan di jual kepada Parker Brothers sebagai penemunya sendiri. Akhirnya, Parker Brothers mulai memproduksi mainan Monopoli secara luas pada 5 November 1935.

5. Trivia Game
Tipe permainan ini mengandalkan pengetahuan umum dari pemain, permainan ditekankan pada pertanyaan pertanyaan umum yang dilemparklan pada setiap pemai. Contohnya adalah : Trivial Pursuit.


Trivial Pursuit ialah permainan papan yang terdapat jawaban dari pertanyaan di bidang sejarah, olahraga, budaya, dan katergori lain. Permainan ini dibuat oleh wartawan Kanada Scott Abbott dan Chris Haney dan diluncurkan ke pasaran pada tahun 1982.
Permainan ini dapat dimainkan dalam kelompok maupun satu lawan satu. Secara teoretis permainan ini tak terbatas pada jumlah pemain. Versi awal permainan ini dikenal sebagai Genus (atau Genus I). Beberapa edisi pengetahuan umum lainnya (seperti Genus II) telah menyusul.
Di Amerika Utara, popularitas permainan ini berpuncak pada tahun 1984, ketika permainan ini terjual lebih dari 20 juta. Hak atas permainan ini dilisensikan ke Parker Brothers (sekarang bagian dari Hasbro) pada tahun 1988, setelah ditolak oleh Virgin Group; pada tahun 2008, Hasbro membeli penuh hak permainan ini sebanyak 80 juta dolar AS. Dari tahun 2004, hampir 88 juta permainan ini terjual di 26 negara dan dalam 17 bahasa. Daerah Elroy di Pasifik Utara menciptakan 30.000.000 permainan antara tahun 1983-1985.
Jawaban dalam permainan ini dapat dimasukkan dalam 6 kategori: ilmu bumi, hiburan, sejarah, seni dan sastra, IPA, olahraga dan rekreasi.


Untuk memulai, memisahkan kartu warna menjadi warna-kode tertentu tumpukan. Setiap pemain harus memilih token dan menempatkannya di tengah-tengah papan. Setiap pemain kemudian gulungan mati untuk melihat siapa yang pergi duluan, jumlah tertinggi terjadi pertama, kedua setelah itu, dan seterusnya.
Pemain pertama gulungan mati, dan bergerak yang banyak ruang dalam arah pilihan mereka. Jika ia mendarat di ruang ”Roll lagi” , pemain harus roll dadu lagi dan langkah yang jumlah ruang tambahan.
Ketika ia mendarat pada ruang kosong, ia harus menjawab pertanyaan pada kartu yang sama dengan warna ruang itu. Setiap warna mewakili kategori yang berbeda, sehingga sejumlah pertanyaan sangat bervariasi. Jika dia mendapat pertanyaan yang benar, ia terus gilirannya, tetapi jika ia tidak menjawab pertanyaan dengan benar kemudian memutar pindah ke pemain berikutnya.
Jika jawabannya adalah tidak benar, maka seperti pada ruang normal yang giliran pemain berakhir dan bergerak pemain berikutnya. Untuk memenangkan permainan, pemain harus terlebih dahulu mengumpulkan semua enam dari potongan berwarna di sekitar papan, dan kemudian harus gulung persis cukup untuk membuat ke tengah papan. Pada saat itu, pemain harus menjawab pertanyaan permainan menang.
Para pemain lain memutuskan kategori pertanyaan terakhir. Jika pemain mendapatkan pertanyaan yang salah, gilirannya berakhir dan dia harus berusaha untuk mencapai hub lagi di masa depan berubah.

6. Word Game
Tipe permainan ini sangat erat dengan permainan kata kata, penekananya adalah pengolahan kata yang dijadikan permaianan. Contohnya adalah Scrabble.


Sejarah dari permainan Scrabble ini pada mulanya diciptakan pada tahun 1938 dengan nama “Criss-Croswords” oleh seorang arsitek bernama Alfred Mosher Butts. Permainan ini merupakan penyempurnaan dari permaian Lexiko yang lebih dulu diciptakannya, tapi dilengkapi papan permainan dan cara bermain seperti teka teki silang. Permainan tetap menggunakan keping huruf seperti Lexiko yang dibuat berdasarkan hasil perhitungan distribusi frekuensi penggunaan huruf berbagai tulisan bahasa Inggris. Alferd Butts memproduksi sendiri permainan ini dan menawarkannya ke berbagai perusahaan mainan besar tetapi tidak ada yang berminat.
Baru pada tahun 1948, seorang pengacara, James Brunot membeli hak memproduksi permainan Criss-Crosswords. Sebagai pemilik yang baru, Brunot mengganti nama permaian menjadi “Scrabble”, sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti “berjuang membanting tulang”. Brunot hanya sedikit mengubah kotak-kotak “bonus” pada papan permainan, dan menyederhanakan aturan permainan. Permainan Scrabble ternyata laku dijual. Salah satu pembelinya adalah toko serba ada Macy’s yang berhasil mengangkat Scrabble menjadi permainan yang diminati oleh konsumen. 


7. War Game
Tipe permainan ini mengangkat tema situasi perang, pemain dibawa seolah olah sedang menjalankan operasi militer,  contohnya adalah Advanced Squad Leader.


Advanced Squad Leader (ASL) tergolong kategori wargame yang sangat fleksibel utamanya dalam aspek tantangan serta skenario. Ya, di dalam ASL kamu bisa memainkan banyak modul yang mengangkat palagan Perang Dunia II dalam format board game. Salah satu contoh modul yang direkomendasikan bagi para pemain pemula adalah Beyond Valor yang memiliki banyak skenario dari konflik antara tentara Jerman dan Rusia era 1939-1945.
Karena fleksibilitasnya ASL dapat mengangkat kisah perang yang manapun dalam era tersebut, dari skenario berbasis pasukan berisikan 10 orang hingga kelas batalion. Dari pasukan bersenjatakan senapan otomatis, bazooka, tank, paratrooper, serangan pantai dan lainnya. Dituliskan di laman ASL di BoardGameGeek meski hanya bisa dimainkan 2 pemain, setiap skenario menawarkan waktu bermain yang sangat bervariasi tergantung kompleksitas. Setidaknya berkisar antara 120 hingga 18.000 menit. Beberapa skenario sangat menggambarkan heroisme sehingga permainan ini masuk ke dalam daftar board game bertema kepahlawanan yang saya sarankan untuk dicoba.


Modern
Game  PC yang dapat dikategorikan sebagai game modern ini juga sama dengan game konvensional memiliki beberapa manfaat asalkan menggunakannya dengan baik dan bijaksana. Tentunya seorang anak-anak belum bisa  melakukan hal  ini sehingga game PC  pun sebaiknya  harus ada  pemandu  supaya  bisa  memberikan manfaat yang banyak bagi  anak-anak. Pemandu di sini bukan harus selalu  pemandu layaknya game konvensional, tapi orang tua cukup untuk  menjadi  pemandu sang anak.
Orang tua harus mengerti dan memahami mengenai dampak-dampak yang di timbulkan game, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Hal ini supaya bisa mengontrol anak untuk tidak terlalu berlebihan dalam bermain game yang akhirnya banyak menimbulkan dampak yang buruk bagi anak-anak itu sendiri. Dan sangat tidak baik anak-anak di epas begitu saja tanpa pengarahan dan bimbingan dalam bermain game apalagi  anak-anak  yang  masih belum dewasa  dan  masih dalam masa perkembangan diri.

Sejarah Game Modern
Sejarah video game atau game PC dimulai pada era 1950an. Dan mulai dikembangkan di era 1960an pada komputer mainframe. Secara bertahap perkembangan   video game pun mulai berkembang semakin canggih dan dikembangkan juga dibeberapa platform seperti: arcade, mainframe, konsol, pribadi computer dan kemudian di HP. Untuk  lebih jelasnya berikut ini adalah sejarah perkembangan video game baik yang konsol maupun PC.
Asal usul permainan video/video game (game PC) terletak pada awal tabung sinar katoda  berbasis  pertahanan  peluru kendali sistem pada akhir 1940-an. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam permainan sederhana lainnya di era tahun 1950-an. Pada akhir 1950-an dan melalui tahun 1960-an, lebih banyak permainan komputer yang dikembangkan (kebanyakan di computer mainframe), secara bertahap tingkat kecanggihan dan kompleksitasnya  pu  turut  bertambah. Setelah periode ini, video game menyimpang ke berbagai platform: arcade, mainframe, konsol, pribadi komputer dan kemudian permainan genggam.
Perusahaan komersial pertama konsol permainan video adalah Computer Space pada 1971, yang meletakkan dasar bagi industri hiburan baru di akhir 1970-an di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Tetapi perusahaan ini tidak bertahan lama disebabkan  oleh  banjir dari video game yang datang  ke  pasar mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol  di seluruh dunia, akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang. Tapi inihanya mempengaruhi pasar game konsol, pasar game komputer sebagian besar tidak terpengaruh.
Generasi selanjutnya dari konsol video game akan terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Walaupun beberapa  upaya  akan  dilakukan oleh Amerika Utara dan perusahaan-perusahaan  Eropa, generasi keempat konsol, usaha mereka pada akhirnya akan gagal. Tidak sampai generasi keenam  konsol permainan video akan non-perusahaan Jepang merilis sebuah sistem konsol sukses secara komersial. Pasar telah mengikuti jalan yang sama dengan beberapa kali gagal dilakukan  oleh  perusahaan-perusahaan Amerika yang semuanya gagal di luar beberapa keberhasilan terbatas dalam permainan elektronik genggam sejak dini.
Saat ini hanya perusahaan-perusahaan Jepang memiliki sukses besar konsol game handheld, walaupun dalam beberapa tahun terakhir permainan genggam telah datang ke perangkat seperti ponseldan PDA .

A. Generasi Pertama
Generasi pertama konsol permainan video berlangsung dari tahun 1972, dengan rilis dari Magnavox Odyssey, hingga 1977, ketika “pong”. Style produsen konsol meninggalkan pasar secara massal karena pengenalan dan keberhasilan mikroprosesor berbasis konsol.


B. Generasi Kedua
Dalam  sejarah  komputer  dan  video  game,  generasi  kedua  (biasa  disebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era) dimulai pada tahun 1976 dengan merilis  Fairchild Channel  F  dan  Radofin  1292  Advanced  Programmable  Video sistem.  Hal yang menarik dari Fairchild Channel F ini adalah dalam perilisan video gamenya, dimana game-game tersebut diberi nomor. seperti pada game pertamanya yang berjudul "Videocart-01: Tic Tac Toe, Shooting Gallery, Doodle, Quadradoodle". Di  era  generasi  kedua  ini  yang  menjadi primadona  konsol  game  adalah konsol  game  ATARI.  Beberapa  contoh  konsol  game pada  generasi  kedua  adalah  Fairchild  Channel  F, Atari  2600,  Magnavox Odyssey ver. 2 dan Atari 5200. Pada tahun 1988 Atari 2600 mengeluarkan game pertamanya yaitu "32 in 1". Tidak banyak informasi yang saya ketahui tentang Magnavox Odyssey ver. 2. Untuk total dari gamenya sendiri ada sekitar 69 game. Untuk mengetahui lebih banyak tentang apa saja game yang dirilis bisa klik disini. Untuk game pertama yang dirilis untuk Atari 5200 adalah Centipede.

C. Generasi Ketiga
Generasi ketiga dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Jepang Family Computer atau lebih dikenal dengan nama FAMICOM (kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia). Walaupun konsol generasi sebelumnya juga menggunakan 8-bit processor, pada akhir generasi inilah konsol rumah yang pertama kali diberi label oleh mereka “bit”. Ini juga masuk ke mode sebagai sistem 16-bit seperti Mega Drive / Genesis dipasarkan untuk membedakan antara generasi konsol. Game pertamanya yaitu Donkey Kong yang dirilis pada 15 Juli 1983.
Di Amerika Serikat, generasi ini di game ini terutama didominasi oleh NES / Famicom. Di era ini pulalah terjadi perang konsol game yang pertama antara perusahaan konsol Nintendo dengan SEGA. Game yang cukup populer pada konsol ini tidak lain tidak bukan adalah Sonic.

D. Generasi Keempat
Generasi keempat atau biasa disebut dengan era 16-bit, pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Dua tahun berselang, pada 1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.

1. Tahun 1989
Nintendo merilis game-handheld, Game Boy. Harga: $109. Game yang cukup terkenal adalah Tetris. NEC merilis video game sistem Turbografx-16, PC Engine versi Amerika Utara. Harga: $189. Sega merilis video game system Sega Genesis. Harga: $249.


Atari merilis game-handheld berwarna pertama Atari Lynx. Harga: $149. NEC merilis versi yang ditingkatkan dari console PC Engine mereka di Jepang, SuperGrafx. Hanya 5 judul game yang memanfaatkan video game ini dan tidak pernah dijual secara komersial di luar Jepang. Game pertama Atari Lynx dirilis pada tahun 1989 berjudul Blue Lighting.


2. Tahun 1990
Trip Hawkins  keluar dari Electronic Arts dan mendirikan 3DO. NEC merilis Turbografx CD ekspansi untuk Turbografx-16, mengupgrade sistem tersebut dengan CD-ROM. Harga: $399. Beberapa game yang dirilis untuk Turbografx CD ini antara lain No-Ri-Ko (1988), Far East of Eden: Ziria (1989) dan Ys I & II (1989). SNK merilis Neo-Geo (AES), untuk pertama kalinya sistem yang benar-benar membawa arcade ke rumah. Harga: $699. SquareSoft merilis Final Fantasy pertama yang nantinya menjadi role-playing game terbaik di sistem console. Sega merilis game-handheld Game Gear. pada tahun 1990 Sega merilis game Column. Microprose terbentuk. NEC  merilis  versi  hanheld  dari  Turbografx-16  console mereka, TurboExpress.


3. Tahun 1991
Commodore merilis video game rumahan berbasis CD, CDTV. Harga: $999. Fujitsu  merilis FM Towns Marty, console 32-bit pertama di dunia. Nintendo merilis Super Nintendo. Harga: $199. Joe  Santulli  dan  Kevin  Oleniacz mendirikan Digital Press, publikasi independent kolektor video game berbagai sistem. Dua penerbit PC entertaintment utama, Cinemaware dan Epyx, tutup.



4. Tahun 1992
Philips merilis video game rumahan berbasis CD, CD-i. Sega merilis ekspansi Sega CD untuk Sega Genesis.

E. Generasi Kelima
Generasi kelima atau disebut juga dengan era konsol 32 bit. dimana konsol game yang paling populer pada generasi ini adalah Sony Playstation. PS1 ini dirilis pada 3 Desember 1994 di Jepang. Game pertama yang dirilis di tanggal yang sama yaitu Crime Crackers.


F. Generasi Keenam
Generasi keenam ini ditandai dengan munculnya konsol-konsol game next-generation dari  masing-masing perusahaan seperti SONY, SEGA, Nintendo serta munculnya satu lagi konsol game baru yang diluncurkan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Pada 15 November 2001 Xbox diluncurkan dengan game pertamanya yaitu Dead of Alive 3. SONY meluncurkan Playstation 2 pada tahun 2014, dengan game pertamanya AFL Live Premiership Edition. Perang konsol game ini akhirnya mengakibatkan jatuhnya perusahaan konsol SEGA yang tidak dapat lagi meneruskan konsol next-generation (Dreamcast) mereka dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dibidang pembuatan game konsol. Game pertama untuk Sega Dreamcast ini adalah AeroWings.

G. Generasi Ketujuh
Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar (Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan  kembali  konsol next-generation mereka keluaran terbaru. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama PS3(Playstation 3), lalu Nintendo dengan Nintendo Wii kemudian Microsoft dengan Xbox  360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online atau permainan yang melibatkan banyak pemain yang terhubung dengan konsol mereka dan semakin ditinggalkannya permainan single player. Wii diluncurkan yang paling pertama yaitu di Amerika pada 19 November 2006. Di saat yang sama pula Wii telah merilis lebih dari satu game, salah satunya yaitu SpongeBob SquarePants: Creature from The Krusty Krab.




Referensi: